Proses pembelian mudah dan akses produk cepat diterima.

Lupus - AI Social Media Strategist (AI Skills)
Tentang Produk
Social media brand kamu sudah jalan. Posting rutin, ada tim yang handle, sesekali pakai KOL, mungkin juga sudah coba ads dan live shopping. Tapi kalau ditanya "strategi social media kamu apa?" jawabannya masih "ya... posting konten yang bagus dan konsisten."
Itu bukan strategi. Itu cuma aktivitas.
Lupus hadir untuk mengubah itu.
Lupus adalah AI Skill untuk Claude yang berperan sebagai social media strategist profesional. Lebih dari sekadar content planner atau mesin rekomendasi hashtag. Lupus adalah strategic orchestrator yang melihat social media sebagai ekosistem 360 derajat, di mana konten organik, ads, KOL, live shopping, affiliate, dan UGC seharusnya bekerja sebagai 1 mesin yang saling memperkuat.
Lupus berpikir di 3 level sekaligus. Brand Level: bagaimana social media memperkuat positioning brand kamu. Campaign Level: bagaimana campaign terstruktur untuk objective spesifik. Content Level: bagaimana setiap konten berkontribusi ke strategi. Ketiga level ini harus nyambung, dan tugas Lupus adalah memastikan itu terjadi.
Dan Lupus nggak cuma kasih to-do list. Setiap strategi wajib punya STOP list (apa yang harus dihentikan), what-if scenarios (kalau jalur A nggak berhasil, ada jalur B), dan pivot criteria (kapan harus berubah arah). Karena strategi tanpa exit plan itu bukan strategi, itu harapan.
Di dalamnya ada 33 prinsip strategis ter-encode, 49+ expert frameworks, 15 format konten proven dari 200+ konten viral, Six Thinking Hats challenge (50-60 pertanyaan untuk stress-test strategi), plus knowledge base dari pengalaman mengelola 180+ brand.
Apakah kamu bisnis owner yang tahu social media-nya "jalan tapi nggak ke mana-mana"? Manajer yang capek channel social media jalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi? Atau tim yang butuh arah strategis supaya setiap konten punya tujuan? Lupus dibangun untuk kamu semua.
Ini Cocok Buat Kamu yang...
- Social media brand-nya "jalan tapi nggak ke mana-mana": posting rutin, effort tinggi, tapi progress nggak terasa.
- Organik, ads, KOL, dan live shopping jalan sendiri-sendiri: nggak ada yang menghubungkan semuanya jadi satu strategi yang saling memperkuat.
- Nggak bisa jawab "strategi social media kamu apa?": kalau jawabannya "posting yang bagus dan konsisten", itu belum strategi.
- Followers banyak tapi conversion nggak ada: ramai di atas, nggak ada pathway yang jelas dari awareness ke purchase.
- Mau presentasi strategi ke atasan atau klien tapi nggak yakin: butuh output yang lebih dari sekadar benar secara strategi. juga bisa "dijual" ke stakeholder.
- Strategi dibuat sekali di awal tahun, nggak pernah di-review: nggak ada mekanisme evaluasi, pivot criteria, atau decision trigger.
Yang Kamu Dapatkan di Dalam Lupus
- Ecosystem 360° Framework: pemetaan seluruh ekosistem social media: organik, ads, KOL, live, affiliate, UGC. Setiap elemen dilihat sebagai bagian dari satu mesin yang saling memperkuat.
- Three-Level Strategy: strategi di 3 level yang saling terhubung: Brand Level → Campaign Level → Content Level. Konten yang bagus tapi nggak serve campaign = sia-sia.
- 33 Prinsip Strategis: dari "State Before Solve" (validasi masalah dulu sebelum solve) sampai "STOP List" (apa yang harus dihentikan sama pentingnya dengan apa yang harus dilakukan).
- 9 Core Capabilities: Audit, Brand Strategy, Campaign Strategy, Content Strategy & Planning, Social Commerce, Competitive Intelligence, Strategy Critique, Monitoring & QA, Explore Strategic Angle.
- Strategic Pillar Framework: DNA konten brand kamu. 3-5 kunci persepsi yang harus hidup di setiap konten. Fondasi strategis (makna dan jiwa), berbeda dari content pillar yang cuma kategori.
- 12 Layer Content Planning: setiap ide konten harus melewati 12 dimensi: format, premis, hook, alur, visual, talent, brand integration, heuristic bias, CTA/TTA, prediksi reaksi, koneksi strategis, referensi benchmark.
- 49+ Expert Frameworks: knowledge base advanced dari berbagai pakar content strategy dan social media, di-map ke 9 capabilities.
- Content Pattern Library: 15 format proven dari 200+ konten viral, 189 hook patterns, retention mechanics, format recommendation per objective.
- KPI & OKR Framework: metrik yang relevan 2025+: views, retention, share, save (bukan reach/likes sebagai utama). KPI 3 layer + OKR kuartalan.
- Six Thinking Hats Challenge: setelah strategi selesai, simulasi 50-60 pertanyaan dari 6 perspektif berbeda untuk memastikan strategi matang dan siap dipresentasikan.
- What-If Scenarios + Pivot Criteria + STOP List: setiap strategi wajib punya skenario alternatif, mekanisme pivot, dan daftar hal yang harus dihentikan.
Manfaat Nyata yang Kamu Rasakan
Kalau kamu bisnis owner:
- Social media akhirnya punya arah yang bisa dijelaskan dalam satu paragraf, Strategic Direction yang clear dan bisa dipertanggungjawabkan.
- Tahu mana yang harus difokuskan DAN mana yang harus dihentikan, TO-DO list dan STOP list.
- Bisa presentasi strategi ke stakeholder dengan percaya diri, output punya storyline, reasoning, dan what-if scenarios.
Kalau kamu marketer atau manajer:
- Semua channel akhirnya bergerak ke arah yang sama, ecosystem integration blueprint memastikan sinergi.
- Punya mekanisme evaluasi yang jelas, KPI 3 layer + OKR + pivot criteria. Tahu kapan on track dan kapan harus adjust.
- Brief ke setiap tim jadi terintegrasi, satu strategi, turun ke semua tim, semua nyambung.
Kalau kamu tim konten:
- Setiap konten yang dibuat punya "kenapa" serve pillar X, di funnel Y, untuk campaign Z. Bukan posting karena jadwal.
- Nggak lagi bingung prioritas, strategi yang clear dari brand level ke content level.
- Belajar berpikir strategis, bukan cuma eksekusi, melihat social media sebagai ekosistem, bukan kumpulan posting.
Mungkin Kamu Pernah Ngerasa Begini...
- "Social media gue rame tapi nggak ada yang beli"
Karena nggak ada conversion pathway. Ramai di atas (awareness), nggak ada jalan yang mengarahkan ke bawah (purchase). Lupus merancang funnel yang jelas: konten organik → engagement → trust (KOL) → conversion (live/ads) → retention (affiliate/community).
- "Tim gue udah posting, udah ads, udah KOL, tapi semuanya kayak nggak nyambung"
Karena setiap channel jalan sendiri. Lupus memastikan semuanya terintegrasi: organik mendorong engagement, ads memperluas reach, KOL membangun trust, live mengkonversi, affiliate men-sustain. Satu strategi, satu arah.
- "Gue nggak tahu harus fokus di mana"
Lupus berani bilang "JANGAN" jangan hadir di platform ini, jangan buat konten tipe ini, jangan investasi di channel ini. Dengan resource terbatas, fokus brutal di 1-2 titik leverage lebih baik dari tersebar tipis di mana-mana.
- "Strategi gue udah dibuat tapi nggak pernah di-review"
Karena strateginya nggak punya mekanisme pivot. Lupus mewajibkan setiap strategi punya decision triggers (kapan harus review), pivot criteria (kapan harus ubah arah), dan alternative scenarios (kalau jalur A nggak berhasil, jalur B apa).
Yang Bikin Lupus Beda dari AI Strategist Lain
- Ekosistem 360°: lebih dari sekadar konten organik. organik + ads + KOL + live + affiliate + UGC sebagai satu mesin.
- Three-Level Strategy: Brand → Campaign → Content yang saling terhubung, bukan cuma content plan.
- STOP list wajib: setiap strategi punya daftar "yang harus dihentikan". Kadang ini lebih berharga dari to-do list.
- What-if scenarios: selalu opsi A vs B dengan implikasi masing-masing.
- Six Thinking Hats: stress-test strategi dari 6 perspektif sebelum dipresentasikan.
- Output yang bisa "dijual": lebih dari sekadar benar secara strategi. punya governing thought dan storyline yang convincing.
"Kenapa Nggak Prompt Sendiri Aja?"
- Prompting = "buatkan strategi socmed" tanpa framework. Lupus = 33 prinsip + 9 capabilities + 49+ frameworks ter-encode.
- Prompting menghasilkan strategi satu dimensi. Lupus menghasilkan strategi 360° dengan ecosystem integration.
- Prompting nggak punya standar kedalaman. Lupus: 12 layer per ide konten, standar Level 3 rekomendasi.
- Prompting nggak punya quality control. Lupus: anti-generik + Six Thinking Hats challenge.
- Kualitas prompting bergantung kemampuan kamu. Kualitas Lupus konsisten karena sudah built-in.
Lupus dalam Angka
- 9 core capabilities
- 33 prinsip strategis ter-encode
- 49+ expert frameworks
- 15 format konten proven (dari 200+ konten viral)
- 189 hook patterns
- 12 layer per ide konten
- 6 perspektif Six Thinking Hats (50-60 pertanyaan)
- 3 level strategi (Brand → Campaign → Content)
- 68.000+ kata knowledge base
Satu Hal Lagi
Lupus bukan AI yang langsung kasih strategi tanpa mikir. Lupus validasi masalah dulu (State Before Solve), gali konteks lengkap, baru merancang. Dan setiap strategi yang keluar wajib punya: skenario alternatif, pivot criteria, STOP list, dan mekanisme evaluasi.
Karena strategi yang benar-benar kuat yang bisa dieksekusi, dievaluasi, dan diadaptasi saat realita berubah.
Rp 499.000: Sekali beli, pakai selamanya.
Lupus adalah AI Skill untuk Claude (claude.ai). Dibangun oleh Nakama Creative Lab & Insightory by Nakama.
Setelah membeli, kamu bisa