Falco - AI Social Media Analyst (AI Skills)

Rp 499.000Rp 499.000
Jumlah
📦Akses produk lengkapDikirim otomatis setelah pembayaran berhasil
✉️Konfirmasi via emailInstruksi akses dikirim ke email pembeli
Pembayaran amanCheckout diproses melalui Scalev

Tentang Produk

Kamu buka dashboard analytics setelah posting konten minggu ini. Views ada, likes ada, comments ada. Tapi terus apa? Nggak tahu konten mana yang "bagus" dan kenapa. Nggak tahu mana yang kebetulan dan mana yang pattern. Nggak tahu angka-angka itu artinya harus ngapain minggu depan.

Kalau kamu pernah ngerasa begitu, kamu butuh Falco.


Falco adalah AI Skill untuk Claude yang berperan sebagai social media analyst profesional. Bukan mesin yang cuma compile angka jadi tabel. Bukan generator laporan yang urutkan metrics dari besar ke kecil lalu selesai. Falco adalah data analyst dengan mata elang, yang melihat pattern di balik angka, "kenapa" di balik performa, dan koneksi antar data yang membentuk insight sesungguhnya.


Yang bikin Falco beda: dia punya 6-Step Analysis Framework yang non-negotiable. Overview dulu, detail per konten, ranking top dan worst (dengan reasoning, bukan cuma angka terbesar), pattern analysis per faktor, kesimpulan yang bisa di-trace balik ke data, dan saran yang cukup spesifik untuk langsung dieksekusi. Nggak ada yang boleh di-skip. Nggak ada loncatan dari data langsung ke kesimpulan.


Dan Falco obsesif pada "kenapa". Views tinggi? Kenapa, hook-nya kuat, timing-nya pas, atau topiknya lagi trending? Engagement rendah? Kenapa, CTA lemah, audiens fatigue, atau format salah? Setiap data point ditanya "kenapa" minimal satu level lebih dalam.


Falco juga jujur. Kalau performanya jelek, Falco bilang jelek, tapi selalu diikuti "dan ini yang bisa dilakukan". Kalau data belum cukup untuk kesimpulan, Falco bilang "belum cukup" bukan memaksakan insight dari data yang nggak memadai.


Apakah kamu bisnis owner yang mau tahu kenapa social media perform atau nggak perform? Manajer yang capek dengan report yang cuma kumpulan angka? Atau tim konten yang butuh winning formula yang bisa direplikasi? Falco dibangun untuk kamu semua.


Ini Cocok Buat Kamu yang...

  • Buka dashboard analytics tapi bingung harus lihat apa: angka banyak, tapi nggak tahu mana yang penting dan gimana membacanya.
  • Report performa cuma screenshot grafik dan angka: nggak ada narrative, nggak ada pattern, nggak ada rekomendasi spesifik.
  • Sering bilang "konten ini perform bagus" tapi nggak bisa jelaskan kenapa: tahu hasilnya, nggak bisa reverse-engineer faktor penyebabnya.
  • Keputusan konten masih berdasarkan feeling: padahal data performa sebelumnya seharusnya jadi kompas.
  • Report bulanan cuma formalitas: di-present, ditaruh di folder, nggak pernah jadi dasar keputusan.
  • Butuh winning formula konten yang bisa direplikasi: lebih dari sekadar tahu mana yang viral. paham kenapa viral dan faktor mana yang bisa dikontrol.


Yang Kamu Dapatkan di Dalam Falco

  • 6-Step Analysis Framework (Non-Negotiable): Overview → Detail → Ranking → Pattern → Kesimpulan → Saran. Setiap langkah wajib dilalui. Nggak ada loncatan dari data ke kesimpulan. Dan framework ini universal: berlaku untuk organik, ads, KOL, live, kompetitor.
  • Data Hierarchy (5 Level): Data Mentah → Informasi → Pattern → Insight → Saran. Output yang masih di level data dianggap belum selesai. Setiap analisis dipaksa naik sampai ke saran yang actionable.
  • Pattern Recognition System (4 Jenis): Recurring (berulang), Correlation (korelasi, dengan label: relasional atau hipotesis), Anomaly (menyimpang dari mayoritas), Absence (yang seharusnya ada tapi nggak ada).
  • 8 Standar Kedalaman di Atas Baseline: mekanisme kenapa, cross-pattern, absence pattern, label keyakinan, hook detail, overview distribusi, saran Level 3, retention depth.
  • 7 Core Capabilities: Organic Content Analysis, Ads Analysis, KOL/Affiliate Analysis, Liveshopping Analysis, Competitor & Creator Analysis, Periodic Reporting, Social Media Audit 360°.
  • 2 Mode Analisis: Mode A (Analytics: post-performance per channel, 6 sub-mode) dan Mode B (Audit 360°: evaluasi seluruh ekosistem, 9 blok wajib).
  • Anti-Generik Rules: "performanya bagus" DILARANG tanpa angka, konteks, dan penjelasan kenapa. Setiap klaim harus presisi.
  • Standar Rekomendasi Level 3 (Briefable): saran yang cukup detail untuk langsung di-briefkan ke tim. Contoh: "buat 3 konten format X dengan hook tipe Y karena data menunjukkan Z".
  • Benchmark Reference: per platform dan per tier followers. Setiap angka selalu punya konteks: di atas atau di bawah rata-rata.
  • Faktor Analisis Checklist: per konteks (organik, ads, KOL, live) supaya nggak ada variabel yang terlewat.


Manfaat Nyata yang Kamu Rasakan

Kalau kamu bisnis owner:

  • Akhirnya paham kenapa social media perform atau nggak, yang menjelaskan "turun karena X, implikasinya Y, yang harus dilakukan Z".
  • Punya winning formula yang bisa direplikasi, pattern analysis identifikasi kombinasi faktor yang konsisten menghasilkan performa tinggi.
  • Bisa buktikan ROI social media ke stakeholder, report yang runut dari data ke insight ke rekomendasi.


Kalau kamu marketer atau manajer:

  • Report jadi alat pengambilan keputusan, bukan formalitas, setiap report berujung saran Level 3 yang langsung actionable.
  • Satu framework untuk semua channel, 6-Step berlaku untuk organik, ads, KOL, live, kompetitor.
  • Deteksi masalah lebih awal, monitoring rhythm memastikan anomali terdeteksi sebelum jadi krisis.


Kalau kamu tim konten:

  • Tahu persis konten seperti apa yang harus dibuat, format ini, durasi ini, hook tipe ini, jam ini = konsisten perform.
  • Bisa jelaskan kenapa konten perform atau nggak, yang menjelaskan "hook lemah + retention drop detik 8 + timing low traffic".
  • Report nggak lagi makan waktu berjam-jam, framework konsisten mempercepat proses.


Mungkin Kamu Pernah Ngerasa Begini...

  • "Angka di dashboard banyak tapi gue nggak tahu artinya apa"

Karena angka tanpa konteks = angka mati. 10.000 views itu bagus atau jelek? Tergantung benchmark, followers, format, timing. Falco selalu frame setiap angka: di atas/bawah rata-rata, naik/turun dari periode sebelumnya, posisi relatif terhadap benchmark.

  • "Report gue cuma kumpulan angka, nggak ada insight"

Karena nggak ada proses yang memaksa naik dari data ke pattern ke kesimpulan. Falco punya hirarki 5 level, output yang masih di level data mentah belum dianggap selesai. Setiap analisis harus sampai ke insight (pola + mekanisme kenapa) dan saran (tindakan spesifik).

  • "Satu konten viral terus gue anggap itu formula"

Satu data point bukan pattern. Bisa jadi kebetulan, bisa jadi outlier. Falco mencari pola dari minimal 3 data points, dan selalu transparent: mana yang pattern kuat, mana yang masih hipotesis yang perlu divalidasi.

  • "Saran dari analisis selalu 'tingkatkan kualitas konten'"

Karena sarannya masih Level 1 (arah saja). Falco standar Level 3: kualitas di aspek apa, format apa, hook tipe apa, untuk audiens mana, ukur pakai metrik apa, kenapa ini diprioritaskan. Tim bisa langsung jalan.


Yang Bikin Falco Beda dari AI Analyst Lain

  • 6-Step Framework non-negotiable: Overview → Detail → Ranking → Pattern → Kesimpulan → Saran. Nggak ada skip.
  • Obsesif pada "kenapa": menjelaskan kenapa "3 dari 5 top content berdurasi pendek" perform, mekanismenya apa.
  • 4 jenis pattern + label keyakinan: transparent soal mana yang kuat dan mana yang masih hipotesis.
  • Anti-generik ketat: "performanya bagus" dilarang tanpa angka dan konteks.
  • Traceable: setiap saran bisa di-trace ke kesimpulan, ke pattern, ke ranking, ke detail, ke overview. Nggak ada yang muncul "tiba-tiba".
  • Universal framework: 6-Step berlaku untuk organik, ads, KOL, live, kompetitor. Satu cara berpikir untuk semua channel.


"Kenapa Nggak Prompt Sendiri Aja?"

  • Prompting = "analisis data ini" tanpa kerangka. Falco = 6-Step Framework + 8 standar kedalaman + 11 prinsip analitis.
  • Prompting menghasilkan tabel angka + kesimpulan langsung. Falco nggak boleh loncat, harus runut dari overview sampai saran.
  • Prompting nggak bedakan korelasi dan kausalitas. Falco transparent: label relasional vs hipotesis di setiap temuan.
  • Prompting nggak punya quality control. Falco: self-check anti-generik + traceability check + 8 poin quality gate.
  • Kualitas prompting bergantung kemampuan kamu. Kualitas Falco konsisten karena standar analitis built-in.


Falco dalam Angka

  • 6 step analysis framework (non-negotiable)
  • 7 core capabilities (organik, ads, KOL, live, kompetitor, reporting, audit 360°)
  • 5 level hirarki data
  • 4 jenis pattern recognition
  • 11 prinsip analitis ter-encode
  • 8 standar kedalaman di atas baseline
  • 9 blok wajib audit 360°
  • 40.000+ kata knowledge base


Satu Hal Lagi

Falco bukan AI yang langsung bilang "performanya bagus" atau "kontennya menarik". Setiap klaim harus punya angka, konteks, dan penjelasan "kenapa". Dan kalau data belum cukup untuk kesimpulan, Falco bilang "belum cukup" bukan memaksakan insight.


Karena keputusan yang dibangun di atas data yang dibaca dengan benar itu jauh lebih kuat dari keputusan yang dibangun di atas feeling, sehebat apapun feeling itu.


Rp 499.000: Sekali beli, pakai selamanya.


Falco adalah AI Skill untuk Claude (claude.ai). Dibangun oleh Nakama Creative Lab & Insightory by Nakama.

Setelah membeli, kamu bisa

Mulai lebih cepat dengan panduan yang jelas
🎯Lebih fokus pada hasil yang ingin dicapai
📈Punya langkah berikutnya setelah transaksi selesai

Cocok buat kamu yang

Butuh solusi yang praktis dan mudah diakses
Ingin membeli produk dengan proses checkout yang cepat
Mencari penawaran yang jelas sebelum memutuskan

Testimoni Pembeli

★★★★★

Proses pembelian mudah dan akses produk cepat diterima.

PSPelanggan ScalevPembeli terverifikasi